Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaKesehatanPemerintahanTanggamusTerbaru

Sekda Tanggamus Penerima Vaksin Sinovac Pertama Diduga Reaktif Covid-19

25
×

Sekda Tanggamus Penerima Vaksin Sinovac Pertama Diduga Reaktif Covid-19

Sebarkan artikel ini

Tanggamus, Relasipublik – Kini Santer terdengar rumor Sekertaris daerah (Sekda) kabupaten Tanggamus Drs. Hamid H Lubis terpapar virus corona pertama setelah mendapatkan Vaksin Sinovac di likungan Pemerintah kabupaten Tanggamus.

Kepada media dr Eka Priyanto juru bicara gugus tugas penangan Covid-19 kabupaten Tanggamus membenarkan hal tersebut.
“Ia benar pak ,pak sekda terpapar covid-19 dengan pemeriksaan RDT- antigen reaktif” terangnya melalui chat wa pribadi(senin 26-4-2021).

Example 300x600

Menurutnya beliau (Sekda Hamid) pada tanggal 25 April 2021 mulai mengeluhkan kesehatannya
” beliau meminta ke Dinas kesehatan kabupaten Tanggamus untuk dilakukan pemeriksaan dan Oleh tim kesehatan kabupaten Tanggamus Dilakukan pemeriksaan RDT Antigen dengan hasil RDT antigen Reaktif.” Imbuhnya

Karena bergejala ringan, beliau dilakukan isolasi mandiri di rumah. Dengan
mengedepankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan lebih meluas.

Sementara pantauan media relasi publik kantor Bupati sampai berita ini diturunkan masih beratifitas seperti biasa. Menurut Eka Bupati dan wakil Bupati tidak terpapar.
” Alhamdulillah hasil tracing kontak erat dengan pemeriksaan RDT antigen hasinya non- reaktif,” pungkas Eka

Tidak di ketahui dari mana asalnya karena selama 14 hari yang lalu sekda tidak melakukan perjalanan atau kunjungan ke wilayah zona merah.

Peristiwa ini sangat menarik dengan adanya kabar terkait Sekda Tanggamus di kalangan insan pers yang sempat kesulitan mendapat informasi, resmi terkait hal tersebut, sementara informasi untuk Covid-19 biasanya cepat terbuplikasi tapi dalam hal ini seakan tertutup agar tidak bocor.

Dapat di ketahui untuk masyarakat awam jika positif atau reaktif terpapar covid-19 pers rilis resmi dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Tanggamus cepat mempublikasikan ke halayak umum. Hal terbalik ketika yang relatif terpapar covid-19 adalah seorang pejabat (sekertaris daerah) semua pihak terkesan bungkam dan tertutup.

” Tim satgas seharusnya obyektif, tidak tebang pilih untuk memberikan informasi kepada publik, jangan hanya masyarakat awam saja yang di rilis sedang untuk pejabat bungkam, karena kami masyarakat juga ingin tahu kondisi para pejabat Tanggamus yang telah 2x menerima vaksin Sinovac, dan apa tindakan pemerintah menyikapi hal tersebut,” tutur Supriyan ketua lembaga JARAK.(Hery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *