Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bandar LampungBerita UtamaPolitik

Tokoh Lampung Minta PWI Pusat Copot Ketua PWI Provinsi Lampung

18
×

Tokoh Lampung Minta PWI Pusat Copot Ketua PWI Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG, RELASIPUBLIK – Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, Rabu (11/11/2020) meminta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat untuk mencopot Ketua PWI Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian, S.Kom, M.Hum yang menurutnya sudah inclave dan overlafe terhadap persoalan wartawan dengan Walikota Bandar Lampung.

Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie menyesalkan tindakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian, S.Kom, M.Hum yang dianggap telah mempolitisir persoalan antara wartawan dengan Walikota Bandar Lampung Herman HN.

Example 300x600

Pasalnya, ketika Walikota Bandarlampung Herman HN berseteru dengan salah satu wartawan, Ketua PWI Lampung begitu lantang mengecam sang walikota. Namun kecaman serupa tak nampak ketika beberapa wartawan berseteru dengan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi beberapa waktu silam.

“Kenapa saat Arinal membentak wartawan Kupas Tuntas, kemudian wartawan RMOLLampung, Supriyadi sebagai ketua PWI terkesan diam saja. Jangankan mengecam, mMengeluarkan statemen pun tidak,” kata Alizier, Selasa (10/11/2020).

Menurut politisi senior ini, kemarahan Walikota Bandar Lampung terhadap salah seorang wartawan Lampung TV tersebut wajar, pasalnya wartawan tersebut dianggapnya telah menyinggung ranah pribadi Walikota Herman HN.

“Wajar saja marah, cara wartawan wawancaranya kurang pas. PWI harusnya, kasih tahu yang benar, kalau bertanya-tanya juga harus pakai tata krama, tidak menyinggung-nyinggung pribadi pak Herman HN. Itu saya lihat dari video rekaman wawancara dengan Lampung TV,” tulis Alzier dalam salah satu WhatsApp group (WAG) di Lampung.

Dia juga mensinyalir demo wartawan dan pelaporan dipolda Lampung soal Walikota Herman HN penuh dengan politisir jelang Pemilihan Walikota Bandar Lampung pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Sudahlah buat apa politisasi masalah-masalah beginian. Kenapa waktu Gubernur menghina Wartawan RMOL, tidak dibuat beginian,” tutup Alzier Dianis Thabranie. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *